Aksi Protes Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) tolak Permen LHK

Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) | Jawa Pos
Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) | Jawa Pos

Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) menggeruduk Kantor DPRD Kota Semarang, Selasa (14/8). Mereka melangsungkan aksi damai menolak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2018.

Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) | Jawa Pos
Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) | Jawa Pos

Permen LHK yang belum lama diteken mengatur tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Dari situ diketahui bahwa pemerintah menambah daftar satwa dilindungi dari 294 jenis menjadi 921 jenis.

\

Peraturan dibuat agar satwa dapat terjaga kelangsungannya. Karena berdasarkan kajian LIPI, jenis-jenis burung sudah jarang ditemui di habitat aslinya dan justru banyak di penangkaran.

Penanggung jawab aksi Totok Perkasa mengatakan, pihaknya menuntut pemerintah merevisi aturan tersebut. Dari ratusan burung yang dimasukkan dalam daftar baru spesies yang dilindungi, ia hanya meminta untuk jenis cucak ijo, murai, dan jalak dibatalkan.

“Alasan kami, tiga jenis ini sudah banyak ditangkarkan masyarakat. Di Klaten, Solo, itu contohnya peternak jalak sudah sampai seribu. Makanya yang jadi pertanyaan kan dibilang langka. Tapi Jalak Bali itu sudah nggak dianggap dilindungi, tapi Jalak Orange dilindungi,” ujarnya di sela aksi.

Di sisi lain, aksi unjuk rasa juga dilaksanakan sebagai bentuk kekhawatiran. Sebab Permen LHK bisa berdampak pada nasib para pedagang, pencinta dan peternak burung.

“Kemarin juga terima info, kalau mau mengurus izin (memiliki) ada bayar kayak pajak per lima tahun. Di Jawa Timur infonya kalau peternak Rp 2,5 juta, kalau penghobi, Rp 500 ribu. Makanya kami di Semarang dan kota-kota lain berontak,” tukasnya.

Merespons aksi massa, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi berujar, pihaknya akan menjembatani proses musyawarah antara para pengunjuk rasa dengan Kementerian LHK. “Kami akan komunikasikan bersama. Kami bakal menyurati Bu Menteri (LHK, Siti Nurbaya Bakar),” tegasnya.