Beberapa penyebab telur gagal menetas

telur gagal menetas

Banyak permasalahan umum yang bisa muncul dalam penangkaran burung kicauan, salah satunya adalah telur yang gagal menetas. Kegagalan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab telur gagal menetas

Ada banyak penyebab mengapa telur yang sedang dierami burung indukan tak kunjung menetas. Salah satunya adalah telur yang infertil atau tidak berisi. Hal ini biasanya disebabkan oleh indukan yang mengeluarkan telur tapi tidak dibuahi oleh pejantannya atau karena burung indukan tidak subur.

Selain telur yang kosong, kematian embrio menjadi penyebab telur gagal menetas. Hal ini umumnya terjadi dalam tiga hari pertama masa pengeraman atau tiga hari terakhir sebelum telur menetas.

Penyebab embrio tidak bisa bertahan hidup bisa bermacam-macam, di antaranya adalah:

1. Embrio kekurangan nutrisi atau malnutrisi

Ketika burung indukan tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, maka telur yang dihasilkan akan rentan alami malnutrisi. Dalam perkembangannya, embrio mendapatkan nutrisi dari kuning telur / yolk. Jika embrio alami kekurangan nutrisi, maka kemungkinan besar embrio tidak mampu bertahan hidup atau akan jadi cacat.

Berikut beberapa tanda-tanda ketika embrio alami kekurangan nutrisi:

  • Embrio yang kekurangan vitamin A tidak akan sanggup bertahan hidup dalam waktu 48 jam pada masa pengeramananya. Penyebabnya adalah kegagalan untuk mengembangkan sistim peredaran darah, kelainan ginjal, mata dan tulang.
  • Embrio yang kekurangan vitamin D tidak akan sanggup betahan hidup dalam waktu 18-19 hari pada pengeramannya. Penyebabnya adalah terjadinya malposisi, struktur tulang yang lemah, dan cacat pada paruh.
  • Embrio yang kekurangan vitamin E tidak akan sanggup bertahan hidup dalam waktu 84-96 jam pada pengeramannya. Penyebabnya adalah terjadinya pendarahan dan kegagalan sirkulasi (terlibat selenium).
  • Embrio yang kekurangan Thiamin mengakibatkan risiko kematian yang sangat tinggi.
  • Embrio yang kekurngan Riboflavin atau vitamin B2 tidak akan mampu bertahan hidup dalam waktu 40 jam, 14 hari atau 20 hari sejak masa pengeraman.
  • Embrio yang kekurangan vitamin B12 tidak akan mampu bertahan hidup dalam waktu 20 hari setelah masa pengeraman. Penyebabnya adalah adanya pendarahan, malposisi, dan kaki-kaki yang tidak tumbuh normal.
BACA:  Cara memaster burung secara efektif

2. Pengeraman yang gagal 

Kegagalan dalam masa pengeraman / inkubasi adalah penyebab utama telur gagal menetas. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pengeraman yang gagal adalah:

  • Tidak terjaganya kelembaban. Jika kelembaban dalam kotak sarang terlalu tinggi maka kemungkinan besar anakan burung akan tenggelam dalam sel udara, kalau pun menetas akan terlihat kondisi tubuh piyikan yang sudah membengkak.
    Jika di dalam kotak sarang kurang lembab atau terlalu kering, maka piyikan burung bisa terjerat membran yang mengering dan lengket, akibatnya piyikan tidak bisa berubah posisi di dalam telurnya.
  • Tidak terjaganya perputaran telur. Selama pengeraman oleh indukan, telur harus diputar agar berubah posisi beberapa kali sehair. Namun menjelang tiga hari terakhir menetas kondisi piyikan sudah sepenuhnya terbentuk, dan pada saat ini mereka sedang dalam proses menyerap nutrisi dari kuning telur. Jika telur terus diputar sampai menetas maka saluran yang menghubungkan kuning telur dengan perut burung akan pecah atau bengkok yang mengakibatkan piyik menjadi kelaparan dan lemah.
  • Kelebihan kalsium. Indukan yang terlalu berlebihan mengkonsumsi kalsium maka telur yang dihasilkan akan memiliki bagian cangkang / kulit yang terlalu tebal. Kondisi ini tentu akan menghambat piyikan dalam memecahkan telurnya untuk menetas.
    Faktor keturunan. Faktor lain yang bisa menjadi penyebab telur gagal menetas adalah masalah gen akibat perkawinan sedarah atau inbreeding.

3. Adanya Infeksi bakteri

Telur yang terinfeksi bakteri sangat berisiko menyebabkan embrio di dalamnya tidak mampu bertahan hidup dan mati. Hal ini menjadikan telur gagal menetas. Infeksi bakteri sering terjadi ketika telur mengalami kontak dengan tangan yang kotor, misalnya ketika telur dipegang untuk diperiksa. Retak kecil yang terjadi di permukaan kulit telur juga bisa menyebabkan parasit atau bakteri dengan mudah masuk melalui celah retakan.

BACA:  Membuat nektar buatan untuk burung kicauan

4. Telur yang digoyang-goyang atau terkena getaran

Telur yang selalu digoyang-goyang atau terkena getaran bisa menyebabkan kematina pada embrio atau bahkan kelumpuhan pada piyikan.

5. Embrio yang berubah posisi / malposisi

Telur gagal menetas bisa juga disebabkan oleh posisi piyikan yang sudah berubah posisinya.

Mengetahui apakah telur masih bagus atau sudah rusak

Cara paling mudah untuk mengetahui kemungkinan telur gagal menetas adalah dengan melakukan pengamatan / pemeriksaan pada telur yang dilakukan sejak hari ke 6 s/d 10.

Selain itu, dengan memenuhi kebutuhan nutrisi burung indukan selama bertelur dan mengerami telur-telurnya maka bisa mencegah kemungkinan telur gagal menetas.

Salam sukses

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu