Bondol Jawa: Pengintai padi, musuh petani

pipit jawa

Jenis burung ini dapat dijumpai di sekitar kita. Membuat sarang di tajuk-tajuk pepohonan, bertengger di kabel-kabel listrik, terbang sambil membawa rumput kering melintasi persawahan. Kesukaannya memakan bulir-bulir padi membuat kesal para petani. Sebagai burung yang dekat dengan kehidupan manusia, ia pun memiliki banyak sebutan mulai dari pipit, emprit, hingga pi’it sesuai dengan suara ocehannya. Itulah si bondol jawa, pengintai padi musuh petani.

Bondol jawa memiliki nama lain Javan munia (Lonchura leucogastroides). Jenis burung ini bertubuh bulat dan kecil (11 cm). Bulu-bulunya berwarna hitam, coklat, dan putih. Tubuh bagian atas coklat, muka dan dada atas hitam, sisi perut dan sisi tubuh putih, sedangkan ekor bawah berwarna coklat tua.

Jenis burung ini sangat umum dijumpai di Indonesia bagian barat yang tersebar di sepanjang daratan Jawa, Sumatera bagian selatan, Bali, lombok dan diintroduksi di Singapura. Sama seperti jenis bondol lainnya, bondol jawa biasa mengunjungi semua jenis lahan pertanian dan lahan berumput alami.

Burung ini memilik gerakan yang sangat gesit dan sangat lahap ketika memakan bulir-bulir padi sehingga memaksa para petani untuk memasang berbagai penghalau mulai dari memedi manuk, bentangan tali, hingga memasang jaring penjerat di sekeliling sawahnya.

Bondol jawa bersama dengan jenis bondol lainnya kerap dianggap sebagai hama oleh para petani. Burung-burung ini pun kerap tertangkap dalam jumlah besar, khususnya pada musim panen. Saat para petani tengah bersiap untuk panen, bondol jawa akan membentuk kelompok-kelompok kecil sambil mengintai dari balik rimbunan pepohonan bersiap menyergap malai padi yang mulai menguning.

Gerombolan bondol jawa dan bondol lainnya di persawahan
Gerombolan bondol jawa dan bondol lainnya di persawahan

 

Di pasar-pasar burung, bondol jawa dan jenis bondol lainnya banyak dijual untuk pakan hewan piaraan seperti elang, burung hantu, dan berbagai jenis hewan predator lainnya. Tak jarang, jenis burung ini didandani dengan aneka warna untuk menarik perhatian anak-anak.

BACA:  Jenis-enis burung yang sudah punah di Indonesia

Akan tetapi, penangkapan yang cukup besar-besaran terhadap jenis burung ini menjadi ancaman bagi populasinya di alam. Karena memiliki kebiasaan berhimpun dalam kelompok besar di pohon-ohon bertajuk rindang saat musim panen, burung ini mudah ditangkap dalam jumlah yang cukup banyak. Selepas masuk pasar, burung ini menjadi komoditas yang laris bak cendawan di musim hujan.

Selain itu, populasi bondol jawa juga semakin terdesak oleh hilangnya area hijau, khususnya di area perkotaan yang jauh dari daerah persawahan. Walaupun burung ini dikenal punya kemampuan adaptasi yang baik, namun hilangnya area hijau justru mengurangi sumber pakan yang berasal dari pohon penghasil buah maupun biji-bijian.

 

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu