Eksotisme burung-madu hitam yang menggoda

burung-madu-hitam

Ada banyak jenis burung-madu yang tersebar di Indonesia, beberapa di antaranya bahkan tidak dapat dijumpai di negara lain alias burung endemis, salah satunya adalah burung-madu hitam. Eksotisme burung-madu hitam ini sangat menarik untuk diperbincangkan.

Burung-madu hitam memiliki nama lain Black sunbirds dan bernama ilmiah Leptocoma sericea (Lesson, 1827). Di kalangan kicaumania, jenis burung ini juga dikenal dengan sebutan kolibri hitam meski sebenarnya antara burung-madu dengan kolibri itu terdapat perbedaan yang sangat besar.

Burung-madu hitam memiliki penampilan tubuh yang kecil dengan panjang sekitar 11 cm. Burung jantan berwarna hitam berkilap ungu dan kebiruan, paruh ramping yang melengkung ke bawah. Sedangkan betina mempunyai bagian kepala berwarna abu-abu, tenggorokan yang lebih pucat, punggung dan sayap zaitun, dan perut kuning pucat.

burung madu hitam jantan betina
Penampilan burung-madu jantan (kiri) dan betina (kanan)

 

Salah satu anggota dari keluarga burung-madu (Nectariniidae) ini merupakan jenis burung endemik Indonesia yang hanya bisa dijumpai di beberapa daerah mulai dari Sulawesi, Maluku, sampai Papua dan Bismarck. Burung-madu hitam mempunyai 23 sub-spesies yang tersebar di beberapa daerah, yaitu:

  1. Leptocoma sericea grayi (Wallace, 1865) – Sulawesi Utara, termasuk Manadotua, Bangka dan Lembeh.
  2. Leptocoma sericea porphyrolaema (Wallace, 1865) – Sulawesi (kecuali Sulawesi Utara), termasuk Togian, Muna, Butung and Labuan Belanda.
  3. Leptocoma sericea sangirensis (A. B. Meyer, 1874) – Kep. Sangihe, Siau dan Ruang (Sulawesi Utara).
  4. Leptocoma sericea talautensis (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1894) – Kep. Talauds (Sulawesi).
  5. Leptocoma sericea auriceps (G. R. Gray, 1861) – Tifore, Morotai, Halmahera, Ternate, Mare, Makian, Bacan, Obi, Damar, Muor and, Gebe; juga di Kep. Banggai dan Sula (Sulawesi).
  6. Leptocoma sericea auricapilla (Mees, 1965) – P. Kayoa (Halmahera).
  7. Leptocoma sericea cochrani (Stresemann & Paludan, 1932) – Papua Barat (Waigeo, Misool).
  8. Leptocoma sericea mariae (Ripley, 1959) – P. Kofiau (utara P. Misool).
  9. Leptocoma sericea proserpina (Wallace, 1863) – P. Buru.
  10. Leptocoma sericea aspasioides (G. R. Gray, 1861) – Seram, Ambon, Nusa Laut, Kep. Watubela dan Kep. Aru.
  11. Leptocoma sericea chlorolaema (Salvadori, 1874) – Kep. Kai.
  12. Leptocoma sericea sericea (Lesson, 1827) – Pepua (termasuk Manam, Karkar, Adi, Gag), kecuali Papua bagian tenggara.
  13. Leptocoma sericea maforensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Numfor (Teluk Cendrawasih).
  14. Leptocoma sericea mysorensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Biak(Teluk Cendrawasih) dan Kep. Schouten.
  15. Leptocoma sericea nigriscapularis (Salvadori, 1876) – Meos Num dan P. Rani (Teluk Cendrawasih).
  16. Leptocoma sericea salvadorii (Shelley, 1877) – P. Yapen (Teluk Cendrawasih).
  17. Leptocoma sericea veronica (Mees, 1965) – P. Liki, Papua Barat.
  18. Leptocoma sericea cornelia (Salvadori, 1878) – P. Tarawai, Papua.
  19. Leptocoma sericea corinna (Salvadori, 1878) – Kep. Bismarck (kecuali Kep. Feni).
  20. Leptocoma sericea eichhorni (Rothschild & E. J. O. Hartert, 1926) – P. Feni, timur Kep. New Ireland.
  21. Leptocoma sericea caeruleogula (Mees, 1965) – P. Umboi dan New Britain.
  22. Leptocoma sericea vicina (Mayr, 1936) – Papua bagian tenggara.
  23. Leptocoma sericea christianae (Tristram, 1889) – Kep. Trobriand, Kep. D’Entrecasteaux, Marshall Bennett Group, P. Woodlark dan Kep. Louisiade, Papua bagian tenggara.
BACA:  Lihat Satwa Langka? Laporkan saja via quick response BKSDA

Burung-madu hitam adalah penghuni kanopi di hutan dataran rendah, tepian hutan, kebun dan hutan-hutan mangrove sampai ketinggian 1200 mdpl. Namun sebagian besar sulit ditemukan di bagian dalam hutan yang teduh.

Sering terlihat aktif mencari makanan di tempat terbuka yang biasanya berada di lapisan vegetasi terluar. Pakan utama burung-madu hitam adalah bunga dan artropod yang bersembuni di balik dedaunan.

Perlu dipahami bahwa semua spesies burung-madu tanpa kecuali sudah termasuk dalam Daftar Jenis Burung Dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999.

Namun berbeda dari sebagian besar burung dilindungi lainnya, larangan menangkap, jual-beli, dan memelihara burung-madu bukan karena populasinya di alam liar yang menipis, melainkan karena spesies ini memiliki peranan yang sangat vital dalam proses penyerbukan alami terhadap tanaman di hutan dan perkebunan.

Semoga bermanfaat