Ini alasan murai batu Kitaro tidak dijual pada Jokowi

0
44
murai batu kitaro juara piala presiden

Dalam ajang Piala Presiden yang berlangsung di Istana Bogor pada akhir pekan lalu, murai batu Kitaro milik M. Nur Alamsyah dari Brebes berhasil menjuarai peringkat pertama. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi bermaksud menawar burung tersebut seharga Rp 600 Juta, namun ditolak oleh Nur. Dikutip dari detik.com, inilah beberapa alasan Nur menolak pinangan Jokowi tersebut.

Dilansir dari detik.com, Nur Alamsyah yang ditemui di rumahnya di Jalan Pusponegoro, Brebes mengatakan bahwa dalam even Piala Presiden tersebut, Kitaro diikutsertakan dalam 4 kelas. Dari empat kelas tersebut, murai batu Kitaro berhasil menyabet juara 1 di dua kelas yaitu kelas Radja dan kelas BnR.

“Untuk ikut di tiap kelas itu harus mengeluarkan biaya pendaftaran. Kelas Radja saya bayar Rp. 1 juta dan B n R bayar Rp. 2,5 juta,” ujar Nur atau yang biasa disapa Dede.

Dalam ajang tersebut, ada sekitar 70 burung yang ikut dalam masing-masing kelas, salah satunya adalah milik Preside Jokowi. Namun, dalam pertandingan tersebut, burung murai batu milik orang nomor satu di indonesia itu tidak berhasil meraih kemenangan.

Sebagai juara lomba, Nur mendapat hadiah Rp 10 juta dan 20 juta untuk tiap-tiap kelas yang ia juarai. Setelah lomba usai, Jokowi tertarik untuk meminang Kitaro. Proses tawar menawar dilakukan oleh sekpri presiden dengan harga tawaran yang diajukan pada saat itu mencapai Rp 600 juta.

“Melalui sekpri presiden menawar Rp 600 juta, tapi saya tidak mau melepasnya. Saya akan rawat sendiri dan rencana nanti bila tidak ikut kontes akan dibudidayakan,” ungkap Dede.

Menangkarkan burung murai batu yang berkualitas bagus seperti Kitaro menurutnya lebih memiliki nilai ekonomis yang tinggi ketimbang harus dijual seharga Rp 600 juta.

Menurut Dede, Kitaro ia dapatkan sekitar tahun 2016. Murai batu ini berasal dari lampung yang dibelinya seharga Rp 200 juta.

Sejak ditangannya, murai batu Kitaro kerap menjadi jawara di setiap even lomba-lomba burung, sehingga pantas lah kalau Ia sangat sayang jika momonganya itu harus dijual seharga Rp 600 juta.

Selain murai batu, Dede juga memelihara beragam jenis burung kicauan lain di rumah seperti jalak, branjangan, anie merah, dan macam-macam jenis kicauan. Dari beberapa koleksinya itu, ada dua burung yang sering diikutkan lomba yaitu murai batu dan anis merah.

sumber: detik. com

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu