Mencegah dan mengobati snot pada burung kicauan

lovebird kena snot

Mencegah dan mengobati snot pada burung kicauan – Snot adalah ingus atau lendir yang keluar dari lubang hidung burung piaraan. Dalam gejala yang normal, burung akan mengalami sesekali bersin dan mengeluarkan lendir dari pangkal hidung sebagai upaya mereka membersihkan lubang hidungnya.

Namun ketika kondisinya sudah semakin parah, snot akan memicu bengkak di area sekitar mata. Hal ini yang kadang disalah artikan oleh para kicaumania yang menyebut bahwa snot adalah penyakit mata.

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu munculnya snot pada burung peliharaan, yaitu:

  • Infeksi jamur dan bakteri,
  • Akibat burung yang kekurangan gizi sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lemah,
  • Adanya benda asing yang masuk ke dalam lubang hidung, dsb.

Burung yang mengalami snot bisa mengalami beberapa gejala, mulai dari flu, bersin, dan yang terparah adalah infeksi yang memicu pembengkakkan di area sekitar mata.

Bengkak pada mata itu terjadi aibat adanya infeksi pada saluran pernafasan sehingga menyebabkan cairan snot / lendir terdesak hingga sekitar matanya.

Burung kenari yang mengalami snot
Burung kenari yang mengalami snot

 

Bengkak di sekitar mata tersebut akan hilang jika semua cairan telah dikeluarkan, dan akan kembali muncul jika infeksi terus berlanjut di saluran pernafasannya.

Oleh karena itu, ketika burung mengalami snot maka segera berikan penanganan yang tepat agar infeksi tersebut tidak merembat pada jaringan tubuh yang lain.

Beberapa gejala lain yang muncul ketika burung alami snot parah adalah:

  • Daya tahan tubuh yang terus melemah yang ditandai dengan perilaku burung jadi kurang aktif, sering mengantuk, selalu menyelipkan kepala di bawah sayap, bulu rentan rontok, dll.
  • Hilangnya nafsu makan sehingga tubuh burung jadi kurus.
  • Sulit bernafas. Hal ini bisa diamati dari perilakunya yang selalu membungkukkan atau memanjangkan lehernya ketika bernafas.
  • Selalu bernafas dengan paruh terbuka maupun ekor yang naik turun.
  • Bengkak di sekitar mata berwarna lebih kemerah-merahan, dan disertai dengan keluarnya lendir/ cairan bening.
  • Burung selalu memejamkan mata.
BACA:  Tanda-Tanda Burung Sakit

Untuk mencegah snot, maka beberapa pola rawatan berikut ini harus dilakukan dengan sangat teratur.

  • Menjaga kebersihan sangkar dan perlengkapan yang digunakan.
  • Gantang burung di tempat yang aman, nyaman, dan jauh dari jangkauan hewan lain yang berpeluang sebagai pengidap penyakit / penyebar virus.
  • Memberikan pakan tambahan secara teratur, terutama buah dan sayuran yang segar.
  • Memberikan tambahan suplemen atau vitamin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya agar terhindar dari berbagai macam penyakit.Cara mengobati snot pada burung:
  • Siapkan obat snot yang biasa digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, silakan berkonsultasi dengan penggemar burung lainnya mengenai obat apa yang bagus dan cukup ampuh digunakan.
  • Usapkan bagian mata burung yang bengkak dengan air hangat, menggunakan kapas atau tisu setiap pagi dan sore hari.

Metode alternatif dalam pengobatan burung snot adalah menggunakan bawang putih, dengan cara sebagai berikut:

Cara pertama

  • Bawang putih diparut, lalu hasil parutannya dicampurkan ke dalam pakan yang dikonsumsi burung.

Cara kedua

  • Beberapa siung bawang putih diparut, lalu hasil parutannya dicampurkan dengan segelas air hangat.
  • Setelah disaring, air bawang putih kemudian digunakan untuk merendam pakan biji-bijian yang dikonsumsi burung.
  • Tunggu selama beberapa jam sampai air bawang meresap ke dalam pakan biji-bijiannya.
  • Setelah itu, pakan bij-bijian dikeringkan dengan cara dijemur.

Demikian tips mencegah dan mengatasi snot pada burung peliharaan.

Semoga manfaat