Mengenali ciri-ciri burung sakit

burung lumpuh

Memelihara burung kicauan tidak sebatas pada memberi makan dan minum saja, tetapi juga harus memperhatikan kondisi mereka setiap harinya. Jika terpenuhi kebutuhannya, maka burung akan selalu terjaga kesehatannya. Burung yang sehat tentu akan terlhat sangat aktif dan rajin berbunyi. Sebagai panduan, berikut tips mengenali ciri-ciri burung sakit

Burung yang dipelihara harus mendapatkan perawatan yang rutin untuk membuatnya selalu berada dalam kondisi yang sehat, aktif, dan rajin bunyi. Namun ada kalanya, burung piaraan juga gampang alami penurunan kondisi yang membuatnya mudah sakit dan jarang berkicau.

Mengenali ciri-ciri burung sakit dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari pengamatan tingkah laku sampai mengamati bentuk kotoran. Dengan demikian, kicaumania bisa langsung melakukan pencegahan sebelum penyakitnya mernjadi bertambah parah.

Cara mengenali burung sakit:

1. Mengamati tingkah laku 

Burung yang sakit akan mengalami perubahan perilaku, misalnya yang tadinya rajin bunyi menjadi jarang bunyi, atau yang aktif jadi kurang bergerak dan cenderung malas-malasan. Sebagian besar masalah yang dialami oleh burung adalah infeksi parasit dan bakteri, dan berikut beberapa perilaku yang umum ditunjukkan oleh burung sakit:

  • Burung jadi kurang aktif dan suka malas-malasan (lebih banyak tidur).
  • Sering mengembangkan bulu, dan senang berada di dasar sangkar.
  • Lebih banyak minum.
  • Selalu menurunkan kedua sayapnya, kepala mendongak ke atas, dan kadang disertai pula dengan nafas yang terdengar ngos – ngosan.
  • Sering pula ketika bernafas dibarengi dengan gerakan bulu ekor yang naik turun, kadang tubuhnya pun ikut gemetaran.
  • Pandangan mata yang sayu, berair, dan sering menutup matanya.
  • Kurang agresif, tidak memiliki nafsu makan.
  • Alami gangguan keseimbangan, sehingga lebih senang bersender di pojok tenggeran atau tidur-tiduran di dasar sangkarnya.
BACA:  Cara mengatasi cendet macet bunyi

Jika ditemukan satu atau beberapa kondisi seperti di atas, maka segeralah berikan pengobatan untuk mencegah penyakitnya bertambah parah. Bentuk pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjauhkan burung yang sakit dari burung piaraan lainnya untuk mencegah penularan penyakit.
  • Tempatkan burung dalam kandang karantina atau bisa juga memberikan alas pada bagian dasar sangkar yang digunakan.
  • Merendahkan posisi tenggeran dan meletakkan cepuk pakan dan minum pada posisi yang lebih terjangkau oleh burung tersebut.
  • Memasang lampu penghangat di atas sangkarnya, karena burung yang sakit akan membutuhkan suhu yang hangat untuk membantu pemulihannya.
  • Memprioritaskan pemberian pakan tambahan daripada pakan voer untuk membantu memulihkan stamina dan kondisinya.
  • Memberikan obat burung yang memiliki kandungan multivitamin dan multimineral yang cukup lengkap sehingga dapat membantu mempercepat proses pemulihannya.

2. Mengamati suara 

Suara yang berubah juga bisa terjadi karena burung sedang mengalami penurunan kondisi maupun akibat gangguan kesehatan. Pada umumnya, masalah yang dialami oleh burung terjadi karena adanya infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh parasit atau tungau.

Ada banyak gangguan suara yang muncul ketika burung alami masalah tersebut, yaitu tidak bisa bersuara dengan kencang, suara yang serak, hingga suara yang menghilang. Perubahan pada suara bisa juga akibat tungau yang berkembang biak di kantung udara, sehingga jika tidak segera ditangani maka burung akan bisu permanen.

3. Mengamati kotoran 

Kotoran burung yang sehat berbentuk padar, berwarna, dan terkadang disertai sedikit cairan putih. Sedangkan kotoran burung yang sakit umumnya berbentuk encer/ cair, ada lendir berwarna putih, hitam, atau bahkan merah dan baunya sangat menyengat.

Umumnya, perubahan kotoran terjadi akibat adanya gangguan pada organ pencernaan burung, sehingga harus diatasi dengan memberikan pengobatan yang tepat.

BACA:  Tiga jenis burung cingcoang / jongkangan dan suaranya untuk pancingan

Demikian tips bagaimana mengenali ciri-ciri burung sakit.Untuk melengkapi artikel ini, silakan baca juga tulisan sebelumnya berikut ini:

     Tanda-tanda burung yang sedang sakit    

Semoga bermanfaat