Poksay Sumatera, si Jambul yang kian menghilang

poksay sumatera

Poksay sumatera adalah satu dari beberapa jenis burung poksay lokal yang bisa ditemukan di wilayah Indonesia. Jenis burung berjambul yang bersuara keras ini berada dalam ancaman kepunahan akibat sempitnya habitat dan perburuan liar. 

Poksay sumatera kadang disebut juga dengan nama poksay jambul karena bentuk jambunya yang khas. Spesies burung ini berasal dari keluarga Timaliidae dengan nama latin Garrulax bicolor. Penampilannya menawan dengan jambul khasnya yang membuat hewan ini menjadi incaran banyak pecinta burung. Selain itu, suarannya pun cukup kencang dan memekakkan telinga.

Spesies burung ini adalah endemik Sumatera yang berhabitat di dataran tinggi yang ada di sepanjang jejeran Bukit Barisan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh dan Sumatera utara. Di Jambi, poksay sumatera dapat dijumpai di kawasan hutan Gunung Kerinci, Gunung Talamau dan Gunung Singgalang di Sumatera Barat, juga di Riau dan Palembang.

Populasi poksay sumatera terus mengalami penyusutan karena rusaknya habitat dan juga akibat kian maraknya perburuan liar. Mencegah burung ini mengalami kepunahan, maka status burung ini kemudian ditetapkan sebagai Vulnerable atau Rentan Punah. Untuk menguatkan statusnya, Pemerintah RI melalui PERMEN LHK 20/1018 menetapkannya sebagai jenis burung dilindungi.

Ciri-ciri poksay sumatera

Poksay sumatera adalah jenis burung berukuran besar dengan panjang 30 cm. Bulu-buluna berwarna hitam kecoklatan, kepala putih dengan jambul yang sedikit tegak, dahi, kekang, dan strip mata hitam menurun. Sepintas memilki kemiripan dengan poksay jambul thailand, namun yang membedakan adalah bentuk jambul dan warna tubuhnya.

Suara kicauan poksay sumatera yang kencang:

Baca juga tulisan seputar burung poksay lainnya:
Semoga manfaat

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu