Raja-udang kalung biru, burung langka yang terancam punah

raja udang kalung burung langka dilindungi

Raja-udang kalung biru mungkin termasuk jenis burung raja-udang yang paling langka dan dilindungi di Indonesia. Keberadaan spesies burung yang bernama latin Alcedo euryzona ini bahkan pernah dianggap punah sampai kemudian ditemukan kembali pada tahun 2009 di Taman Nasional Gunung Halimun.

Jenis burung ini memiliki nama lain blue-banded kingfisher / javan blue-banded kingfisher dari keluarga Alcedinidae.┬áBerukuran sedang dengan panjang tubuh 18cm, tubuh berwarna biru tua dan putih. Mahkota, sisi kepala dan sayap berwarna hitam kebiruan gelap. Garis dada, punggung dan ekor biru muda. Kekang, tutup telinga, tenggorokan dan perut berwrna putih tersapu merah karat. Burung betina dapat dibedakan dari bagian perutnya yang berwarna jingga – merah karat, tenggorokan krem.

Raja-udang kalung-biru dikenal sebagai burung pemalu yang mendiami daerah sekitar sungai berbatu di hutan hujan tropis dan hutan mangrove hingga ketinggian 1250 meter dpl. Meski makanan utamanya adalah ikan namun jenis burung ini juga kerap memangsa serangga, reptil kecil, kepiting dan udang yang terdapat di sekitar sungai.

Di Pulau Jawa, populasi burung raja-udang kalung-biru diperkirakan berada pada kisaran 50-249 individu burung dewasa. BirdLife mengungkapkan bahwa sejak ditemukan pertama kalinya pada tahun 1930, spesies ini jarang dijumpai kembali sampai muncul laporan perjumpaan pada tahun 2009 di Taman Nasional Gunung Halimun.

Seperti burung raja-udang pada umumnya, raja-udang kalung-biru akan bersarang di dekat kaki bukit di dalam hutan yang lebat. Lubang sarang biasanya berada di area tebing yang berada dekat aliran sungai kecil. Musim kawin umumnya berlangsung pada bulan Februari s/d Juni dan akan berbiak dengan jumlah telur sebanyak 4-5 butir.

Alcedo_euryzona
Alcedo euryzona

 

BACA:  Mengenali ciri-ciri burung sakit

Berdasarkan populasinya yang terus mengalami penurunan dan semakin langkanya burung ini dijumpai di daerah penyebarannya, Badan Konservasi Dunia atau IUCN memasukkan spesies ini dalam Daftar Merah mereka dan menetapkan statusnya sebagai Vulnerable (VU) atau Rentan Punah.

Untuk menjaga kelestarian burung ini di alam dan mencegah perburuan serta penangkapan liar. Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan semua spesies burung raja-udang termasuk raja-udang kalung-biru ke dalam daftar jenis burung yang dilindungi.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu