Suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar

0
23
robin pancawarna

Tak kenal maka tak sayang, bagi kicaumania yang sudah menggeluti hobinya itu sejak 1990an tentu tidak asing dengan jenis burung yang dikenal dengan nama robin pancawarna. Spesies kicauan yang pernah sangat populer pada masanya itu kini kian sulit ditemukan, sama seperti kerabatnya robin peking yang berasal dari Cina. Meski begitu, suara robin pancawarna masih tetap bisa dinikmati meski hanya melalui suara rekamannya saja.

Nama resmi burung pancawarna yang tercantum dalam Daftar Burung indonesia (DBI) adalah Mesia telinga-perak atau Silver-eared mesia dan bernama ilmiah Leiothrix argentauris (Hodgson,1837). Jenis burung ini juga dikenal dengan sebutan robin pancawarna karena penampilannya yang mirip seperti robin peking (Leiothrix lutea).

Pancawarna dan robin peking memang berasal dari satu kelompok burung yaitu family Leiothrichidae. Namun berbeda dari pancawarna, robin peking memiliki wilayah persebaran terbatas di Cina bagian selatan dan Himalaya. Sedangkan pancawarna mempunyai daerah persebaran yang lebih luas meliputi Cina selatan, Vietnam, Laos, India, Myanmar, dan Sumatera.

Berikut tujuh sub-spesies burung pancawarna dengan wilayah persebarannya masing-masing:

  1. Leiothrix argentauris argentauris Hodgson, 1837 – Uttaranchal Pradesh (India) ke timur sampai Bhutan, perbukitan di negara bagian India timur-laut, Myanmar bagian utara & barat dan China selatan (Xizang, Yunnan barat).
  2. Leiothrix argentauris galbana Mayr & Greenway, 1938 – Myanmar bagian timur & tenggara (termasuk Tenasserim) dan Thailand bagian utara & barat.
  3. Leiothrix argentauris ricketti La Touche, 1923 – China selatan(Yunnan, Guizhou, Guangxi), Laos dan Vietnam (Tonkin dan Annam utara).
  4. Leiothrix argentauris cunhaci Robinson & Kloss, 1919 – Laos selatan, Vietnam (Annam tengah & selatan) dan kawasan Kamboja timur yang berdekatan.
  5. Leiothrix argentauris tahanensis Yen Kwokyung, 1934 – Thailand selatan dan Semenanjung Malaysia.
  6. Leiothrix argentauris rookmakeri Junge, 1948 – Sumatera bagian utara.
  7. Leiothrix argentauris laurinae (Salvadori, 1879) – Sumatera (kecuali bagian utara).

Di indonesia, burung pancawarna hanya bisa dijumpai di wilayah Sumatera saja, terutama di Pegunungan Bukit Barisan hingga ke selatan dengan ketinggian 600 s/d 2200 meter dpl. Meski jumlah populasinya hingga kini masih dianggap belum mengkhawatirkan namun perdagangan burung pancawarna  telah diatur dalam Appendix II.

Pancawarna memiliki ukuran tubuh sedang dengan panjang sekitar 18 cm. Bulunya berwarna warni dengan dominasi warna bulu kemerahan. Kepala hitam dengan pipi putih perak dan dahi merah yang khas. Ekor, punggung, dan penutup sayap hijau-zaitun. Tenggorokan dan dadanya jingga kemerahan, sayap merah dan kuning, tunggir dan penutup ekor bawah merah. Paruh dan kaki berwarna kuning.

Makanan burung pancawarna adalah serangga dan buah-buahan, namun jenis burung ini juga diketahui sangat suka dengan biji-bijian terutama pakan kenari / canary seed. Dalam perawatan hariannya, burung pancawarna biasanya mendapat pakan berupa voer kering, jangkrik, ulat hongkong, kroto, dan buah-buahan.

Suara kicauan burung pancawarna lebih pendek yang terkadang dilagukan secara berulang-ulang, kadang penuh variasi tapi tak jarang sering bersuara monoton.

Berikut adalah beberapa suara burung robin pancawarna yang bisa anda download untuk masteran maupun pemancing bunyi:

Suara robin pancawarna variasi 1 

suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar - downloadbutton 01 - Suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar

 

Suara robin pancawarna variasi 2 

suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar - downloadbutton 01 - Suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar

 

 

Semoga manfaat

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu