Tiga jenis burung cingcoang / jongkangan dan suaranya untuk pancingan

Burung cingcoang atau sebagian kicaumania menyebutnya dengan nama jongkangan adalah jenis burung bersuara merdu dari keluarga Muscicapidae. Ada tiga jenis cingcoang yang memiliki penyebaran di Indonesia, dan berikut ketiga jenis burung cingcoang / jongkangan dan suaranya untuk pancingan.

Cingcoang atau jongkangan adalah anggota dari genus Brachypteryx yang terdiri dari tiga spesies burung yang dikenal dan sebagian besar memiliki penyebaran di Asia Tenggara. Bertubuh kecil dengan sayap dan ekor yang pendek namun memiliki kaki-kaki yang panjang.

Genus Brachypteryx digunakan pertama kali oleh Thomas Horsfield pada tahun 1821 yang memiliki arti sayap pendek, dari kata Brakhus (pendek), dan Pterux (sayap). Sebelumnya ada enam spesies yang tergolong dalam genus ini tapi kemudian direvisi sehingga menjadi tiga jenis burung saja, yaitu:

  1. Cingcoang cokelat / Longkangan cokelat atau Lesser shortwing, Brachypteryx leucophris
  2. Cingcoang biru / longkangan biru atau White-browed shortwing, Brachypteryx montana
  3. Rusty-bellied shortwing, Brachypteryx hyperythra yang memiliki persebaran di Yunnan, India Utara, dan Myanmar.

Sebelumnya jenis cingcoang sulawesi yaitu Great shortwing (Heinrichia calligyna) termasuk dalam genus ini namun kemudian dipisahkan menjadi genus tersendiri yaitu Heinrichia dari keluarga Muscicapidae.

1. Cingcoang cokelat / Lesser shortwing

Cingcoang cokelat / jongkangan cokelat
Cingcoang cokelat / jongkangan cokelat

 

Cingcoang cokelat atau dikenal juga dengan sebutan jongkangan cokelat adalah spesies burung dari keluarga Muscicapidae dari genus Brachypteryx. Jenis burung ini adalah salah satu jenis yang juga hidup di wilayah hutan Indonesia.

Persebaran jenis burung yang bernama latin Brachypteryx leucophrys terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Timor, dan Sumbawa. Selain itu juga bisa ditemukan di Myanmar, Thailand, Tiongkok, dan Malaysia. Jenis burung ini umum dijumpai di kawasan hutan-hutan perbukitan dan pegunungan dari ketinggian 600 hingga 2100 mdpl. Termasuk burung pemalu, dan kebanyakan berdiam diri di semak bawah dan lantai hutan.

BACA:  Tips mengatasi pleci yang macet bunyi

Cingcoang cokelat mempunyai tubuh berukuran kecil yaitu sekitar 11 cm. Ekor dan sayapnya pendek, tapi kaki-kakinya cukup panjang yang menandakan bahwa jenis burung ini lebih banyak berada di semak belukar atau di permukaan tanah.

Ciri-ciri khas lainnya adalah alis mata yang pucat samar, lingkar mata kuning tua, paruh tajam. Tubuh bagian tas cokelat kemerahan, sedangkan tubuh bawah berwarna keputihan. Dada berbintik dan sisi tubuh memiliki warna coklat kekuningan.

Beda cingcoang cokelat jantan dan betina dapat dilihat dari penampilannya. Burung jantan memiliki ciri-ciri seperti tersebut di atas, sedangkan burng betina mempunyai tubuh bagian bawah yang memiliki warna lebih kuning tua.

Berikut suara kicauan burung cingcoang cokelat / jongkangan cokelat

Download audionya di sini

2. Cingcoang biru /  White-browed shortwing

burung cingcoang biru
burung cingcoang biru

 

Cingcoang biru / white-browed shortwing yang bernama latin Brachypteryx montana memiliki panjang tubuh 12 cm. Jenis burung cingcoang ini banyak ditemukan di kawasan hutan tropis dan subtropis Asia teruama di Bhutan, China, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, jenis burung yang dikenal juga dengan nama jongkangan biru ini banyak tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sunda Kecil.

Berukuran kecil (15cm), berwarna kebiruan (jantan) atau biru dan merah (betina), kaki panjang, bersayap pendek. Jantan berwarna biru gelap seluruhnya dengan alis mata putih mencolok. Burung betina bervariasi, ras Sumatera berwarna biru seluruhnya, di Jawa kepala dan tengkuk biru, dengan ekor, sayap, dan punggungnya berwarna merah karat, di Kalimantan semua merah kecuali warna biru pada mantel. Betina mempunyai alis mata yang lebih kecil berwarna putih samar-samar. Burung remaja bercoret-coret coklat.
Iris coklat; paruh hitam; kaki hitam.

BACA:  Merawat cucak keling untuk masteran dengan video dan audio

Umum terdapat pada ketinggian dari 1400 – 3000 mdpl, meskipun di Flores kadang ditemukan pada ketinggian diatas 600 mdpl. Burung yang sering berdiam pada kerapatan semak dekat tanah, sering dekat aliran air, terbang keluar menuju daerah terbuka, dan sering terlihat di lereng bebatuan terbuka di puncak-puncak gunung. Ragam kebiasaannya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan jenis makanannya.

Berikut suara kicauan burung cingcoang biru

DOWNLOAD audionya di sini

3. Rusty-bellied shortwing  

Jenis burung ini tidak memiliki persebaran di Indonesia, jadi sebagai penggantinya adalah burung cingcoang sulawesi yang sebelumnya pernah dianggap sebagai salah satu spesies dari genus ini.

Cingcoang sulawesi 

cingcoang sulawesi
cingcoang sulawesi

 

Cingcoang sulawesi atau great shortwing (Heinrichia calligyna) sebelumya dimasukkan dalam genus Brachyrpteryx, namun kemudian dipisahkan ke dalam genus tersendiri yaitu Heinrichia.

Jenis burung ini memiliki bulu berwarna biru tua dengan sedikit warna putih pada pangkal ekornya. Adapun burung betina mempunyai sedikit warna putih pada bagian kekang dengan warna perut yang abu-abu kusam.

Sesuai namanya, cingcoang sulawesi adalah burung endemik Sulawesi yang terdiri tiga sub-spesies. Umum dijumpai di kawasan hutan dan pegunungan mulai dari ketinggian 1500 s/d 3500 mdpl.

Berikut suara kicauan cingcoang sulawesi

DOWNLOAD audionya di sini

Demikian artikel mengenai Tiga jenis burung cingcoang / jongkangan dengan suaranya untuk pancingan.

Semoga manfaat

Tinggalkan Komentar:

Tekan enter untuk komentar
Tulis nama kamu