Tiga masalah umum burung cucak rawa dan cara mengatasinya

cucak rawa1

Cucak rawa pernah dianggap sebagai jenis burung yang dilindungi karena keberadaannya di alam liar sudah jarang ditemukan. Tapi kemudian pemerintah merevisi aturan tersebut dan mengeluarkannya dari daftar jenis dilindungi berdasarkan beberapa pertimbangan, di antaranya adalah karena sudah banyak penangkar cucak rawa yang berhasil mengembangbiakkan burung dari keluarga pycnonotidae ini.

Di kalangan kicaumania, cucak rawa kadang dianggap sebagai burung mewah karena harga jualnya yang lumayan tinggi. Salah satu keunikan burung cucak rawa adalah suaranya yang cukup kencang sehingga bisa terdengar dalam jarak yang cukup jauh.

Meski dianggap sebagai burung mewah, namun perawatan burung cucak rawa justru tidaklah semewah harganya. Perawatan hariannya hanya mengandalkan pakan serangga dan buah-buahan saja, terutama pisang kepok putih. Bagi yang tak mau repot, bisa juga diberikan pakan voer sebagaimana jenis burung piaraan lainnya.

Seperti juga perawatan burung kicauan jenis lain, cucak rawa pun bisa mengalami masalah. Beberapa permasalahan yang paling umum dan lazim ditemukan pada burung cucak rawa adalah

1. Burung yang alami over birahi

Over birahi bisa terjadi para semua jenis burung piaraan tak terkecuali cucak rawa. Penyebabnya pun beragam mulai dari pemberian pakan tinggi protein yang terlalu berlebihan hingga kondisi burung yang memasuki masa birahi / musim kawin.

Beberapa perawatan berikut ini bisa diterapkan untuk atasi cucak rawa yang over birahi.

  • Mengurangi pemberian pakan tambahan terutama serangga seperti jangkrik dan ulat. Jika birahi sudah terlalu parah yang ditandai dengan burung yang suka mencabuti bulunya sendiri, maka pemberian jangkrik bisa dihentikan untuk sementara waktu.
  • Memberikan pakan berupa ulat bambu sebanyak 2 eor setiap dua / tiga kali seminggu.
  • Memandikan burung dengan lebih rutin, termasuk mandi malam.
  • Menjemur burung seperlunya saja dan tidak berlebihan.
BACA:  Inilah ciri-ciri cucak rawa jantan dan betina

2. Burung yang ngedrop karena stres, sakit, atau jatuh mental

Kondisi cucak rawa yang ngedrop biasanya disebabkan oleh kondisi burung yang sakit, stres, atau karena jatuh mental. Beberapa hal tersebut bisa menjadi pemicu burung jadi kurang aktif dan jarang berbunyi.

Berikut beberapa cara mengatasi burung cucak rawa yang ngedrop:

  • Memisahkan burung di tempat tenang dan jauh dari keberadaan burung lain yang bersuara kencang.
  • Mengurangi mandi dan jemur, tetapi burung cukup diangin-anginkan saja di tempat teduh.
  • Memutarkan suara terapi baik berupa suara alam maupun terapi dengan gelombang brainwave.
  • Menggantang sangkarnya dengan cara dikerek / digantung di ketinggian.
  • Memberikan tambahan multivitamin yang diberikan melalui air minumnya.

3. Kondisi burung sedang mabung

Mabung pada burung cucakrawa biasanya dipicu oleh pergantian musim termasuk juga pada saat-saat musi pancaroba, selain itu perubahan suhu yang mendadak pun bisa memicu burung untuk mabung misalnya ketika burung yang selama ini dipelihara dalam ruangan kemudian selalu ditempatkan di luar ruangan.

Cucak rawa akan memasuk masa mabung ketika terjadi pergantian musim, khususnya di masa pancaroba. Selain itu, adanya perubahan suhu yang mendadak pun bisa memicu mabung pada burung cucak rawa.

Ketika burung mabung, maka semua aktivitasnya akan berkurang termasuk burung jadi malas berkicau dan kurang aktif bergerak. Oleh karena itu, perawatan mabung harus segera diterapkan.

Berikut beberapa perawatan mabung pada burung cucakrawa:

  • Burung ditempatkan di tempat terpisah, teduh, dan jauh dari keberadaan burung lain yang bersuara kencang.
  • Sebelum bulu rontok, burung sebaiknya diberikan full kerodong terus menerus.
  • Menghentikan pemberian mandi dan jemur setelah bulu mulai terlihat banyak yang turun.
  • Meningkatkan pemberian pakan tambahan terutama buah-buahan yang bervariasi.
BACA:  Perhatikan ini saat akan memaster murai batu

Demikian mengenali dan mengatasi tiga masalah umum pada burung cucak rawa.

Semoga manfaat