Tips ternak kacer untuk pemula

Kacer memang menjadi burung favorit kicaumania selain murai batu dan cucak hijau, bahkan saat ini saja sudah banyak kicaumania yang berhasil menangkarkan burung kacer mereka, walaupun hasil tangkarannya tidak dijual bebas di pasaran. Berikut tips ternak kacer untuk pemula.

Berternak kacer memang cukup menggiurkan, bayangkan saja untuk satu anakan yang belum jelas jenis kelaminnya rata-rata diharga Rp 250.000 – Rp 350.000. Karena itulah, banyak orang yang kemudian tertarik untuk ternak kacer, meski dengan lahan terbatas.

Tips perjodohan 

Proses perjodohan sebelum ternak kacer dilakukan dengan menggunakan dua ekor kacer calon indukan yang berbeda jenis kelaminnya. Pastikan saja anda sudah memiliki sepasang kacer yang terdiri dari burung jantan dan betina. Membedakan jenis kelamin kacer adalah pekerjaan yang sangat mudah, karena bisa dilihat dari penampilan dan warna bulunya. Untuk lebih jelasnya, silakan amati perbedaannya dalam gambar berikut ini:

ternak kacer media burung

Untuk mendapatkan hasil ternak kacer yang lebih memuaskan, burung kacer yang akan anda ternak tersebut harus berumur mapan atau sudah matang kelamin. Dalam hal ini, burung jantan tentu harus berumur lebih dari satu tahunan, sedangkan burung betina minimal berumur 8 bulan.

Untuk mengetahui ciri-ciri burung berumur mapan bisa dilakukan dengan mendengarkan suara dan melihat penampilannya. Kacer jantan umumnya memiliki suara kicauan yang ngeplong dan jarang ngeriwik, selain itu bulu-bulu di bagian dadanya terlihat lebih kelam dan mengkilap, sedangkan pada kaki-kakinya sudah tampak bersisik. Kacer betina umumnya mempunyai perilaku gemar bersiul memanggil burung jantan, dan ketika mendengar suara jantannya ia akan terlihat sangat gelisah.

Pada tahap perjodohan, kedua burung menggunakan sangkar harian yang berukuran sedang dengan posisi tenggeran disesuaikan (masing-masing pada posisi sama rendah). Selama beberapa hari, tempel kacer jantan dan betina dalam jarak berdekatan sambil mengamati perilaku mereka. Jika keduanya saling tertarik biasanya pada malam hari mereka akan tidur saling berdampingan dengan  posisi saling mepet ke dinding sangkar.

Itulah gunanya memberikan tenggeran dalam posisi yang sama rendah, yaitu untuk memberi kesempatan agar burung bisa saling mengenal dan berdekatan terutama saat sangkarnya didempetkan. Selama masa perjodohan, berikan pakan tinggi protein untuk meningkatkan birahi keduanya. Pakan tersebut bisa berupa EF hariannya seperti jangkrik yang diberikan dalam jumlah secukupnya.

Tahap ternak kacer

Setelah kedua burung kacer tersebut dirasa sudah saling mengenal satu sama lain, sudah waktunya bagi kita untuk menyiapkan kandang ternak kacer yang akan digunakan. Kandang ternak ini bisa memanfaatkan kandang besi yang biasa digunakan untuk ternak lovebird, kandang aviary, atau sangkar harian yang berukuran besar (No.1).

Jangan lupa untuk menyediakan tempat sarang di dalam kandang ternak yang digunakan. Tempat sarang yang digunakan adalah tempat sarang berbentuk sepert glodok namun dengan pintu masuk yang besar, model tempat sarang bisa anda lihat dalam gambar ternak kacer berikut ini:

cara ternak kacer media burung
Kotak sarang yang digunakan dalam penangkaran kacer

Siapkan bahan-bahan untuk membuat sarang, seperti bahan sabut/serat kelapa, rumput kering, dan sebagainya. Letakkan sebagian bahan sarang di dalam kotak sarang dan sisanya ditebarkan di dasar kandang ternaknya.

Selama masa penyatuan tersebut, anda harus lebih rajin melakukan pengamatan. Karena ada kalanya burung yang terlihat sudah berjodoh, namun ketika disatukan dalam kandang ternaknya justru malah saling berantem atau kejar-kejaran.  Biasanya hal tersebut adalah akibat salah satu burung yang sudah masuk kondisi breeding atau sudah birahi, sedangkan burung yang lain belum siap / belum masuk kondisi breeding.

Jika masalah tersebut menimpa burung kacer yang anda coba ternakkan, solusinya adalah mengulangi lagi tahap perjodohannya. Namun pada kali ini, burung betina dibiarkan berada dalam kandang ternakna, sedangkan burung jantan dipisahkan dalam sangkar harinnya. Nantinya sangkar si jantan digantung berdekatan dengan kandang ternak yang berisi pasangannya.

Lakukan penempelan selama kurang lebih satu minggu sambil melakukan perubahan setingan pakan hariannya. Misalnya, burung jantan yang sudah birahi diberikan pakan jangkrik dengan takaran seperti biasa, sedangkan burung betina yang kurang birahi diberikan pakan jangkrik yang lebih banyak. Jika perlu, berikan suplemen breeding pada burung tersebut.

Tahap perkembang biak 

Setelah kedua burung telah berjodoh, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka akan melakukan ritual kawin yang biasanya diawali dengan saling kejar-kejaran ala film-film India. Tanda-tanda burung sudah kawin bisa diamati dari perilaku burung betina yang sibuk memunguti dan merapihkan bahan-bahan sarang.

Pada waktu burung betina bertelur, maka pada saat itu kita harus bisa menjaga situasi kandang ternak kacer nya tetap aman dan nyaman. Gangguan yang muncul ketika burung sedang mengerami telur-telurnya bisa mengakibatkan kegagalan dalam penangkarannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close