Wiwik/ kedasih kini tidak lagi menyeramkan

burung kedasih tak lagi menyeramkan

Mitos tentang burung wiwik / kedasih sudah lama beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Suaranya yang mendayu-dayu tak jarang sering dikait-kaitkan dengan nasib buruk dan suasana yang mistis. Namun di zaman yang serba modern ini, kedasih tak lagi dianggap menyeramkan. Banyak yang mulai tertarik memeliharanya, dan bukan itu saja, harga jualnya pun bisa sangat lumayan loh … 

Kedasih atau dikenal juga dengan sebutan wiwik, sirit uncuing, dara dasih, emprit gantil, dan sebagainya adalah jenis burung dari keluarga kangkok (Cuculidae). Ada empat jenis burung ini yang dikenal mempunyai penyebaran di wilayah Indonesia. Habitatnya cukup luas, mulai dari tepian hutan hingga kawasan pemukiman.

Suaranya yang lirih dan mendayu-dayu kerap dihubung-hubungkan dengan mitos dan nasib buruk, akibatnya burung ini lebih banyak dihindari oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan tak sedikit dari mereka yang sengaja memburu dengan cara ditembak atau dilempar batu hanya agar burung ini segere enyah dari tempat tinggal mereka.

BACA LAGI YUK; Mitos menyeramkan di balik senandung pilu burung kedasih

Di kalangan kicaumania pun, suara kedasih dianggap sebagai suara mati, sehingga dianggap tidak layak ditiru oleh burung kicauan jenis lain, terutama murai batu, dll.

Tapi kedasih adalah kedasih, burung ini tetap menebarkan pesonanya meski dianggap sarat akan mitos karena kini sudah banyak orang yang mau memeliharanya sebagai kelangenan. Bahkan komunitas untuk para penggemar kedasih ini pun sudah terbentuk di beberapa daerah meski hanya sebatas berkumpul di media sosial, salah satunya adalah Komunitas Kedasih Indonesia yang aktif berkomunikasi melalui Grup FB.

Meski suaranya dianggap menyeramkan oleh sebagian besar masyarakat, namun tak sedikit yang menyukai alunan suara kedasih tersebut. Burung ini memang mempunyai suara kicauan yang mengalun merdu dan lantang. Di alam, suaranya bahkan bisa terdengar hingga berkilo-kilo meter jauhnya.

BACA:  Suara burung pancawarna yang makin jarang terdengar

Sejatinya kedasih adalah burung parasit yang akan menitipkan telur mereka di sarang milik burung lainnya, terutama yang berukuran lebih kecil darinya. Setelah telur itu menetas, maka induk semangnya itu akan terus merawat dan memberinya makan hingga dewasa.

Kedasih adalah burung parasit

 

Kini kedasih tidak lagi menyeramkan. Suaranya yang lirih, mendayu-dayu, dan sarat akan mistis tidak hanya bisa didengarkan dari balik kerimbunan pohon bambu saja, tapi juga bisa didengarkan di teras-teras rumah mereka yang sengaja memeliharanya.

jika Anda tertarik ingin memelihara burung kedasih di rumah, maka siapkan saja beberapa jenis pakan tambahan untuk mereka seperti ulat, jangkrik, belalang, kroto, dan beberapa serangga lainnya. Untuk membiasakan burung makan voer, maka perlu dilatih terlebih dahulu dengan mengenalkan pakan tersebut setiap harinya.

Video burung kedasih peliharaan